Acha Septriasa kembali mencuri perhatian setelah membagikan pengalamannya saat memerankan karakter wanita berhijab dalam sejumlah film. Dalam beberapa tahun terakhir, Acha Septriasa berhijab di berbagai judul seperti Bulan Terbelah di Langit Amerika, MARS, Hanum & Rangga, Qodrat 2, hingga film terbarunya berjudul Air Mata Mualaf.
Acha mengakui bahwa peran-peran yang mengharuskannya pakai hijab kerap membuatnya merasa tersentil. Menurutnya, karakter religius itu memberikan dorongan batin untuk lebih menutup aurat dalam kehidupan nyata.
Baca Juga : Aleix Espargaro: Banyak Pembalap Muda Gagal Berkembang Karena Orang Tua Terlalu Mengatur
Pengalaman Acha Septriasa Pakai Hijab di Film
"Saya sebenarnya agak-agak tertampar ya setiap saya memerankan karakter yang ada sisi Islaminya. Belakangan ini, ada empat film yang karakternya seperti itu karena ketentuan agama kita, dan saya hanya memerankannya dalam film," ungkap Acha saat ditemui di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan.
Acha menyebut bahwa setiap peran tersebut seperti menjadi "sentilan" kecil dari Tuhan agar dirinya lebih merenungkan soal menutup aurat. Hal ini semakin terasa ketika ia mendapatkan banyak rezeki lewat film-film bertema religius.
Baca Juga : Pemerintah Incar Kontribusi Ekonomi Digital 19 Persen terhadap PDB pada 2045
Merasa Nyaman Memakai Hijab dan Cadar
Dalam film Air Mata Mualaf, Acha Septriasa bahkan mengenakan cadar untuk beberapa adegan. Hal itu menjadi pengalaman baru yang ternyata memberikan rasa nyaman dan ketenangan yang tidak ia sangka sebelumnya.
"Kalau lagi memerankan karakter yang pakai hijab, aku malah nggak mau buka kalau lagi istirahat karena memang adem," ujarnya.
Soal Keputusan Berhijab di Dunia Nyata
Berbicara tentang kemungkinan mengikuti jejak artis berhijab lainnya, Acha mengaku sering merenungi banyak hal terkait dirinya. Ia menegaskan bahwa keputusan menutup aurat harus datang dari hati, bukan karena tekanan dari luar.
Menurut Acha, keputusan berhijab tidak bisa dibuat hanya karena ekspektasi orang lain. Ia harus merasa jujur pada dirinya sebelum melangkah lebih jauh.
"Kadang muncul pertanyaan dalam diri saya, mungkin karena saya outspoken, extrovert, terlalu banyak senyum, ngajak orang ngobrol, kadang saya bertanya, saya ini memang baik atau baik karena apa?" tuturnya.
"Itu sama seperti menggunakan atribut untuk menutup aurat. Saya harus jujur pada diri sendiri apakah itu benar-benar yang saya rasakan," pungkasnya.
Opini Netizen
Banyak netizen menilai kejujuran Acha sebagai bentuk kedewasaan. Sebagian warganet mendoakan agar hatinya dipantapkan bila memang ingin berhijab sepenuhnya. Di sisi lain, banyak juga yang memuji Acha karena memilih untuk tidak tergesa-gesa dan menjalani proses spiritualnya secara pribadi.
Kesimpulan
Pernyataan Acha Septriasa soal perannya yang bertema religius kembali membuka diskusi tentang alasan Acha Septriasa berhijab atau belum berhijab. Meski masih dalam proses, perjalanan spiritualnya mendapat dukungan besar dari para penggemar dan penonton setia film Acha Septriasa.