Pertamina Lirik Peluang Energi Etanol yang Lebih Hemat hingga 70 Persen dari Bensin

28 November 2025 Author: Enggo 0x dibaca

PT Pertamina (Persero) semakin serius mempertimbangkan pemanfaatan etanol sebagai alternatif energi baru di Indonesia. Langkah ini muncul setelah perusahaan melakukan kunjungan langsung ke Brasil, negara yang telah lama mengembangkan bahan bakar nabati tersebut dalam skala besar.

Agung Wicaksono, Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, menjelaskan bahwa harga etanol murni di Brasil jauh lebih terjangkau dibandingkan bensin. Menurutnya, selisih harga yang signifikan ini dapat membuka peluang besar bagi Indonesia.

Baca Juga : Oknum Polisi di Lampung Diduga Curi Mobil Milik Perwira Mabes Polri, Kasus Diselidiki Propam

Agung menyampaikan bahwa etanol di Brasil bisa 70 persen lebih murah dibandingkan bensin. Kondisi ini menjadi salah satu alasan kuat mengapa bahan bakar nabati tersebut sangat potensial untuk dikembangkan di Indonesia.

Ia juga mengungkapkan bahwa hampir seluruh SPBU di Brasil telah menggunakan etanol dalam berbagai kadar campuran. Mulai dari E30 hingga etanol murni, bahan bakar tersebut digunakan secara luas oleh masyarakat.

Baca Juga : Mulai Tanggal 1 November 2025, Harga BBM di Lampung Disesuaikan — Beberapa Jenis Alami Kenaikan

Agung mengatakan bahwa tidak ada stasiun pengisian bahan bakar di Brasil yang tidak menyediakan etanol. Bahkan, sebagian besar kendaraan di negara tersebut dirancang fleksibel agar bisa memakai bensin maupun etanol secara langsung.

Selain persoalan biaya, Brasil telah merasakan dampak positif dari penggunaan etanol sejak 1975. Dengan bahan baku utama berupa tebu dan jagung yang dapat ditanam sepanjang tahun, ketergantungan pada minyak fosil pun berkurang.

Pemanfaatan etanol telah membantu Brasil menekan emisi karbon hingga sekitar 2,4 miliar ton CO2. Di sisi lain, penggunaan hampir 4 miliar barel minyak fosil juga berhasil dikurangi.

Agung menilai pengalaman Brasil dapat menjadi referensi penting bagi Indonesia, terutama untuk mulai menerapkan tahap blending seperti E10 sesuai arahan pemerintah. Hal ini bukan hanya membantu pengurangan emisi, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru.

Menurutnya, produksi etanol dapat mendorong pertumbuhan industri pertanian, mengurangi impor bahan bakar, serta menciptakan lapangan kerja di tingkat lokal.

Pernyataan tersebut disampaikan Agung dalam forum CNN Indonesia Sustainability Summit 2025 yang digelar sejalan dengan momentum KTT Iklim COP30 di Belem, Brasil. Forum tersebut menghadirkan sejumlah tokoh penting seperti Utusan Khusus Presiden Hashim Djojohadikusumo dan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq.

Melalui diskusi ini, pemanfaatan energi berkelanjutan seperti etanol diharapkan bisa menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus mendukung upaya mitigasi perubahan iklim.

Ads

Berita Terbaru