Netflix dan Disney Plus mewakili dua model bisnis yang berbeda dalam perang streaming video. Netflix adalah pelopor, dikenal dengan library konten yang luas dan terus berputar, dan investasi agresif pada "Netflix Originals" yang mencakup berbagai genre dan pasar global. Model intinya adalah penemuan konten melalui algoritma, yang membuat pengguna tetap berlangganan dengan janji serial baru yang dikembangkan secara internal setiap minggunya, menawarkan hiburan yang lengkap untuk audiens dewasa.
Disney Plus memanfaatkan salah satu library intelektual properti (IP) paling kuat di dunia. Platform ini menarik pengguna dengan konten eksklusif dari franchise ikonik seperti Disney, Pixar, Marvel, Star Wars, dan National Geographic. Disney Plus unggul dalam retensi keluarga dan penggemar (fanbase) yang sangat loyal, dengan fokus pada brand yang kuat dan kualitas produksi yang tinggi. Modelnya kurang berorientasi pada binge-watching serial baru yang tak ada habisnya dan lebih pada konten yang disukai dan evergreen.
Baca Juga : Pemprov Jateng dan Dubes Pakistan Jajaki Kerja Sama Bidang Pendidikan dan Investasi
Perbedaan utamanya terletak pada tujuan. Netflix bertujuan untuk menjadi layanan streaming utama bagi semua orang, dengan konten orisinal sebagai pembeda. Disney Plus bertujuan untuk menjadi hub bagi keluarga dan penggemar IP tertentu, mengandalkan kekuatan mereknya yang legendaris untuk mempertahankan pelanggan. Keduanya bersaing untuk wallet konsumen, tetapi dengan senjata konten yang sangat berbeda.
Baca Juga : Mensos Gus Ipul Tinjau Korban Ledakan SMAN 72: Pemerintah Pastikan Seluruh Bantuan Tersalurkan