Simak Berita Terbaru Terungkap Gestur Siswa SMAN 72 Sebelum Ledakan: Analisis CCTV dan Motif di Baliknya

12 November 2025 Author: Enggo 0x dibaca

Ruangmedia.my.id - Polisi mengungkap rekaman CCTV yang memperlihatkan gestur siswa pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta Utara pada Jumat (7/11). Video tersebut dipaparkan oleh Dirreskrimsiber Polda Metro Jaya Kombes Roberto Gomgom Manorang Pasaribu dan memperlihatkan dengan jelas gerak-gerik pelaku sejak tiba di sekolah hingga sesaat sebelum ledakan terjadi.

Pada pukul 06.28 WIB, siswa pelaku ledakan SMAN 72 tiba di sekolah sambil membawa tas punggung berwarna merah dan menenteng tas biru. Ia mengenakan seragam sekolah lengkap serta berjalan menuju arah kiri kamera CCTV di area gerbang. Semua aktivitas terekam jelas melalui kamera pengawas sekolah.

Baca Juga : Pertamina Lirik Peluang Energi Etanol yang Lebih Hemat hingga 70 Persen dari Bensin

Menjelang waktu salat Jumat sekitar pukul 11.43 WIB, rekaman CCTV kembali menangkap pelaku menuju arah masjid sekolah. Siswa tersebut terlihat tanpa alas kaki, masih membawa tas merah, dan berjalan melewati lorong lantai satu menuju tempat ibadah. Dalam rekaman, ia juga sempat memantau kondisi di dalam dan luar masjid sebelum kejadian ledakan SMAN 72 berlangsung.

Pada pukul 12.05 WIB, siswa itu tampak melepas seragam sekolahnya dan hanya mengenakan kaus putih serta celana hitam. Ia terlihat membawa senjata mainan dan mengarahkannya ke arah masjid. Beberapa detik kemudian, kamera CCTV merekam cahaya merah dan asap putih dari dalam masjid yang menandai terjadinya ledakan.

Baca Juga : Aturan baru untuk Program Keluarga Harapan (PKH) pada tahap 4 mulai diberlakukan: peserta hanya bisa menerima selama maksimal lima tahun, dan akan ada program pengganti bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM)

Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri mengungkap bahwa pelaku dikenal sebagai pribadi tertutup dan jarang bergaul. Ia memiliki ketertarikan pada konten kekerasan serta hal-hal ekstrem di dunia maya. Tekanan psikologis diduga menjadi faktor utama, karena pelaku merasa sendirian tanpa tempat bercerita, baik di lingkungan keluarga maupun di sekolah.

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin menambahkan bahwa rasa kesepian dan perasaan tidak diterima membuat pelaku melakukan tindakan berbahaya tersebut. Densus 88 Antiteror Polri juga menemukan bahwa pelaku bergabung dengan komunitas online yang mengagungkan kekerasan dan terpengaruh oleh konten ekstremis digital.

Pelaku disebut meniru aksi pelaku penembakan di luar negeri yang dianggapnya heroik. Ia bahkan menulis nama-nama pelaku penembakan dunia pada senjata mainan yang dibawanya, di antaranya Alexandre Bissonnette (Quebec City, 2017), Luca Traini (Macerata, 2018), dan Brenton Tarrant (Selandia Baru, 2019). Hal ini menjadi bukti pengaruh konten kekerasan global terhadap pelajar.

Kepolisian saat ini masih mendalami motif dan proses radikalisasi siswa pelaku ledakan SMAN 72. Kasus ini menjadi peringatan serius bagi orang tua, sekolah, dan masyarakat tentang pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental pelajar serta pengawasan aktivitas mereka di media sosial.
Sumber : https://news.detik.com/berita/d-8206325/terungkap-gestur-siswa-pelaku-ledakan-sman-72-sempat-lepas-seragam

Ads

Berita Terbaru