Persaingan antara WhatsApp dan Telegram adalah duel antara penetrasi pasar global melawan fitur canggih dan privasi. WhatsApp, dimiliki oleh Meta, adalah aplikasi perpesanan paling dominan secara global, unggul karena kemudahannya, adopsi universal, dan fitur dasar yang andal seperti panggilan suara/video dan end-to-end encryption secara default untuk pesan pribadi. WhatsApp adalah pilihan default untuk komunikasi pribadi dan bisnis di banyak negara.
Telegram menonjol karena fokus yang lebih besar pada fitur yang berorientasi pada kekuatan (power-user) dan anonimitas. Keunggulannya meliputi cloud storage yang tak terbatas, dukungan untuk grup yang sangat besar (hingga $200.000$ anggota), fitur channel untuk siaran publik, dan bot yang kuat yang dapat mengotomatisasi berbagai tugas. Telegram juga dikenal dengan enkripsi yang kuat, meskipun enkripsi end-to-end-nya tidak diaktifkan secara default untuk semua chat seperti WhatsApp, melainkan hanya untuk Secret Chats.
Baca Juga : Mantan Suami Jadi Pelaku Pembunuhan Wanita di Lampung, Polisi Ungkap Motif Cemburu
Singkatnya, WhatsApp adalah pilihan untuk koneksi yang mudah dan universal dengan jaringan sosial Anda, memanfaatkan popularitasnya. Telegram adalah pilihan untuk komunitas besar, penyimpanan, dan fleksibilitas fitur canggih. Kedua layanan ini memenuhi kebutuhan yang berbeda dalam komunikasi seluler, dengan WhatsApp berfokus pada koneksi pribadi, dan Telegram pada komunitas dan fungsi yang lebih kompleks.
Baca Juga : Ariel NOAH Desak Perlindungan Hukum untuk Penyanyi: Stop Somasi di Dunia Musik Indonesia