Banjir Rendam Sejumlah Jalan di Bandar Lampung, Warga Soroti Buruknya Drainase dan Kebijakan Tata Kota

15 Maret 2026 Author: Redaksi Ruangmedia 0x dibaca

Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Bandar Lampung pada Sabtu sore, 6 Maret 2026, menyebabkan sejumlah ruas jalan utama di kota tersebut tergenang banjir. Beberapa titik yang terdampak antara lain Jalan Letkol Endro Suratmin, Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Ratu Dibalau di kawasan Tanjung Senang, Jalan Senopati Raya, hingga Jalan Singosari di wilayah Enggal.

Genangan air yang cukup tinggi terjadi di beberapa bagian Jalan Letkol Endro Suratmin, Kecamatan Sukarame. Di lokasi tersebut, ketinggian air dilaporkan mencapai lutut orang dewasa sehingga memicu kemacetan panjang. Kepadatan lalu lintas terlihat di beberapa titik seperti di sekitar Lapangan Tembak dan kawasan Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung. Bahkan derasnya arus air juga merobohkan pagar tembok di area lapangan golf Sukarame.

Baca Juga1 : Konsistensi Gelar Event Balap Sepeda, Banyuwangi Raih Pengakuan dari PB ISSI

Kondisi serupa juga terjadi di jalan akses menuju SMAN 12 Bandar Lampung. Air yang meluap dari saluran drainase di sisi kiri dan kanan jalan menutupi badan jalan, membuat arus kendaraan sempat terhenti total.

Baca Juga : MKD Putuskan Rahayu Saraswati Tetap Menjabat sebagai Anggota DPR Meski Pernah Nyatakan Mundur

Riki (18), warga Campang Raya yang berada di lokasi kejadian, mengungkapkan bahwa banjir tersebut cukup membahayakan, terutama bagi pengendara sepeda motor yang melintas di kawasan tersebut.

Baca Juga : Polisi Mulai Telusuri Laporan Dugaan Perselingkuhan yang Menyeret Nama Inara Rusli

Ia berharap pemerintah kota segera mengambil langkah perbaikan agar kejadian serupa tidak terus berulang di masa mendatang.

Baca Juga : MKD Putuskan Rahayu Saraswati Tetap Menjabat sebagai Anggota DPR Meski Pernah Nyatakan Mundur

Pendapat serupa disampaikan PAN (20), seorang pengemudi ojek online yang juga mahasiswa di salah satu perguruan tinggi negeri di Bandar Lampung. Warga Sukabumi tersebut menilai pemerintah kota perlu lebih memprioritaskan penanganan sistem drainase dan pengelolaan sungai.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang tidak berdampak langsung bagi masyarakat sebaiknya tidak menjadi prioritas utama. Ia menilai perbaikan drainase, pembangunan embung, serta normalisasi sungai jauh lebih penting untuk mengurangi risiko banjir di masa depan.

Ia juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap izin pembangunan, terutama di kawasan yang berfungsi sebagai daerah resapan air maupun di sekitar bantaran sungai. Jika pembangunan di area tersebut terus berlangsung, ia khawatir dampaknya akan semakin memperparah banjir di Bandar Lampung.

Selain menggenangi jalan, banjir yang terjadi juga menyebabkan sejumlah kendaraan mogok karena mesin terendam air. Situasi tersebut memperparah kondisi lalu lintas dengan antrean kendaraan panjang dan kemacetan total di beberapa ruas jalan utama.

Beberapa titik kemacetan dilaporkan terjadi di Jalan Arif Rahman Hakim, Jalan Sultan Agung Way Halim, Jalan Endro Suratmin, Jalan Urip Sumoharjo, serta Jalan Morotai.

Ads

Berita Terbaru

Mulai Tanggal 1 November 2025, Harga BBM di Lampung...

01 Nov 2025 Author : Redaksi Ruangmedia