Facebook dan X (sebelumnya Twitter) melayani kebutuhan komunikasi yang sangat berbeda, meskipun keduanya merupakan tulang punggung sejarah media sosial. Facebook, dengan basis pengguna global yang luas dan didominasi oleh Meta, unggul dalam membangun koneksi sosial jangka panjang, memfasilitasi komunikasi antar keluarga dan teman, serta menjadi platform utama untuk grup komunitas dan penyelenggaraan acara. Feed utamanya dirancang untuk berbagi pembaruan pribadi, foto, dan interaksi mendalam, seringkali dengan fokus pada konten yang berumur panjang.
X, sebaliknya, beroperasi sebagai alun-alun kota digital (digital town square), yang berfokus pada informasi real-time, berita mendesak, dan opini publik yang ringkas. Keunggulan microblogging X terletak pada kecepatan penyebaran informasi dan kemampuannya untuk mengukur denyut nadi politik dan budaya global secara instan. Pengguna X cenderung menghargai anonimitas relatif dan format yang memungkinkan interaksi cepat dan respons yang singkat, menjadikan hashtag dan trending topic sebagai mekanisme utama untuk navigasi dan penemuan.
Perbedaan mendasar terletak pada tujuannya: Facebook adalah tentang hubungan dan identitas pribadi yang dikurasi, sementara X adalah tentang informasi dan percakapan publik yang cepat. Penggunaan Facebook didorong oleh lingkaran sosial, sedangkan X didorong oleh minat, tren, dan figur publik. Meskipun X telah mencoba berbagai perubahan, filosofi kecepatan, ringkasan, dan keterlibatan publiknya tetap menjadi daya tarik inti yang membedakannya secara tajam dari fokus komunal dan personal Facebook.
Baca Juga : Mantan Suami Jadi Pelaku Pembunuhan Wanita di Lampung, Polisi Ungkap Motif Cemburu