Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak mendengarkan musik terhadap tingkat produktivitas dalam konteks kegiatan belajar dan bekerja. Musik diketahui memiliki kemampuan untuk memengaruhi kondisi psikologis seseorang, seperti mengurangi stres, meningkatkan fokus, dan memperbaiki suasana hati.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen two-level full factorial, yang mengevaluasi dua variabel utama: preferensi musik dan waktu pemutaran (sebelum atau saat melakukan aktivitas). Sebanyak 60 responden yang terdiri dari mahasiswa dan pekerja dipilih melalui teknik purposive sampling.
Baca Juga : Simak Berita Terbaru Terungkap Gestur Siswa SMAN 72 Sebelum Ledakan: Analisis CCTV dan Motif di Baliknya
Instrumen yang digunakan mencakup tes kognitif dan tugas kerja yang dianalisis secara kuantitatif. Hasil menunjukkan bahwa mendengarkan musik yang sesuai dengan preferensi individu dan jenis tugas dapat meningkatkan konsentrasi serta ketepatan kerja.
Musik klasik atau instrumental dengan tempo lambat ditemukan sebagai jenis musik yang paling efektif dalam meningkatkan produktivitas. Sebaliknya, musik yang tidak sesuai dengan preferensi cenderung menurunkan fokus. Dengan demikian, pemilihan jenis musik dan waktu pemutarannya perlu disesuaikan agar dapat mendukung kinerja secara optimal.
Baca Juga : KPK Tegaskan Penyelidikan Dugaan Korupsi Proyek Kereta Cepat Whoosh Masih Berlangsung
Produktivitas merupakan tolok ukur penting dalam mengevaluasi efektivitas kegiatan belajar maupun bekerja. Dalam era modern yang sarat tuntutan akademik dan profesional, setiap individu dituntut untuk mampu bekerja atau belajar dengan efisien, fokus, dan konsisten. Namun, tekanan yang tinggi kerap kali memicu kelelahan baik secara fisik maupun mental, menimbulkan rasa bosan, dan menurunkan semangat.
Dalam dunia kerja, pemutaran musik terbukti dapat mengurangi kejenuhan dan kelelahan, terutama dalam pekerjaan yang bersifat monoton, seperti yang ditemukan pada studi di lingkungan kerja konveksi dan kantor formal (Prawidhana & Prabowo, 2015; Lukmana, 2020). Musik juga sering digunakan untuk menciptakan suasana kerja yang lebih nyaman serta menekan gangguan suara dari lingkungan sekitar (Kroemer et al., 2001).