Ngerasanin.my.id - Ngomongin artis. Pernikahan presenter Angie Ang dengan anggota TNI, Agung Afrida, menjadi salah satu peristiwa yang mencuri perhatian publik pada awal Desember. Digelar pada Minggu (7/12), acara sakral tersebut berlangsung megah dengan prosesi pedang pora yang khas dan ikonik dalam tradisi militer. Namun, alih-alih membagikan kisah romantis pada hari-hari awal pernikahannya, Angie justru mengungkap cerita unik yang membuat banyak orang tertawa. Di hari pertama resmi menjadi istri, Angie mengaku malah “menginjak” suaminya, bukan bermaksud kasar, melainkan untuk membantu Agung meredakan pegal setelah pesta pernikahan yang melelahkan.
Cerita Lucu Hari Pertama Menjadi Istri: Angie Terpaksa Menginjak Suami
Dalam wawancaranya dengan InsertLive pada Selasa (9/12), Angie menjelaskan bahwa dirinya mengira hari pertama sebagai pengantin baru akan penuh kemesraan, pelukan hangat, serta obrolan romantis seperti dalam drama-drama romantis. Kenyataannya jauh berbeda. Agung, yang menghabiskan banyak waktu berdiri dan menerima tamu selama acara resepsi, mengalami pegal yang luar biasa dan meminta Angie untuk menginjak tubuhnya demi meredakan rasa tidak nyaman tersebut.
Baca Juga : Pemprov Jateng dan Dubes Pakistan Jajaki Kerja Sama Bidang Pendidikan dan Investasi
“Aku pikir hari pertama itu bakal sayang-sayangan. Ternyata malah disuruh menginjak suami. Menginjak beneran, bukan harga dirinya,” tutur Angie sambil tertawa. Cerita tersebut langsung menjadi perbincangan hangat karena jarang terjadi pada pengantin baru, terutama pada pasangan yang baru satu hari resmi menjadi suami-istri.
Gestur sederhana itu justru memperlihatkan sisi lucu dan manusiawi dari hubungan mereka. Meskipun terkesan sepele, momen tersebut menjadi gambaran awal bahwa pernikahan bukan selalu tentang hal-hal romantis, tetapi juga tentang kebersamaan dalam menghadapi situasi kecil namun berkesan.
Antusias Menjalani Rumah Tangga Bersama Agung Afrida
Walau merasa kelelahan akibat rangkaian acara pernikahan, Angie tetap menunjukkan antusiasme tinggi untuk memulai perjalanan rumah tangga bersama sang suami. Ia mengatakan bahwa dirinya dan Agung sama-sama tidak sabar menatap masa depan mereka sebagai pasangan suami-istri.
“Kami intinya nggak sabar untuk lihat bagaimana jalannya pernikahan dari hari ini sampai akhir hayat,” ujarnya penuh harapan. Pernyataan itu menunjukkan bahwa Angie menjalani pernikahan ini dengan penuh komitmen dan tekad kuat, meski hubungan mereka sebelum menikah terbilang cukup singkat.
Bagi Angie, pernikahan bukan hanya tentang prosesi dan foto-foto indah, tetapi juga tentang membangun kehidupan yang stabil dan penuh kasih. Momen awal seperti menginjak suami yang kelelahan justru menjadi kenangan lucu yang akan mereka ingat selamanya.
Penyesuaian Besar Setelah Menikah dengan Anggota TNI
Setiap pernikahan pasti menghadirkan dinamika baru, terlebih ketika pasangan berasal dari latar belakang yang berbeda. Sebagai seorang presenter dan figur di dunia hiburan, Angie memiliki jadwal yang tidak menentu dan sering pulang larut malam. Sementara itu, Agung adalah seorang tentara yang terbiasa hidup dengan disiplin tinggi, jam tidur teratur, serta keseharian yang penuh peraturan.
Angie mengakui bahwa dirinya harus melakukan sejumlah penyesuaian setelah menjadi istri seorang aparat militer. Meski ayahnya adalah purnawirawan sehingga ia cukup familiar dengan kehidupan militer, tetap saja menikah dengan tentara memberikan pengalaman yang berbeda.
Penyesuaian Jam Kerja yang Tidak Biasa
Salah satu tantangan terbesar adalah penyesuaian mengenai jam kerja. Dunia hiburan tidak mengenal waktu pasti. Angie bisa saja pulang pukul 2 pagi ketika sedang syuting program televisi atau FTV. Kondisi ini berbeda dengan kebiasaan Agung yang terbiasa teratur.
“Misalnya lagi syuting FTV, pulangnya jam 2. Suami pasti nanya, ‘Kenapa pulang jam 2?’ Ya aku jelasin kalau itu memang pekerjaanku,” cerita Angie. Ia menyadari bahwa perbedaan jam kerja ini bisa menjadi salah satu potensi konflik jika tidak dikomunikasikan dengan baik.
Namun, menurut Angie, penyesuaian tersebut tidak menyebabkan cekcok besar. Mereka justru belajar saling memahami perbedaan latar belakang profesional masing-masing. Komunikasi menjadi kunci utama agar hubungan tetap harmonis.
Keseimbangan Karier dan Rumah Tangga
Selain jam kerja, Angie juga mulai menata ulang kesehariannya agar tidak mengganggu ritme kehidupan rumah tangga bersama Agung. Ia belajar mengatur waktu antara keperluan syuting, kebutuhan pribadi, dan tugasnya sebagai seorang istri.
Agung, di sisi lain, juga memahami bahwa pekerjaannya berbeda dengan dunia hiburan. Karena itu, ia belajar memberi ruang bagi Angie agar tetap bisa berkarya tanpa merasa terbatas. Hubungan mereka berjalan atas dasar kompromi dan saling menghargai.
Hubungan Singkat Tapi Mantap Menuju Pelaminan
Salah satu hal yang membuat pernikahan Angie dan Agung menarik adalah lamanya hubungan mereka sebelum memutuskan menikah. Mereka tidak menjalani hubungan bertahun-tahun, namun cepat merasa cocok dan memutuskan untuk melangkah ke jenjang serius.
Pada awal Agustus 2025, pasangan ini melangsungkan lamaran sederhana namun penuh makna. Acara tersebut menjadi langkah awal menuju pernikahan yang akhirnya dilaksanakan pada bulan Desember di tahun yang sama.
Keyakinan yang Mengalahkan Lamanya Waktu
Meski hubungan mereka singkat, Angie merasa bahwa ia menemukan rasa nyaman, aman, dan keyakinan kuat ketika bersama Agung. Baginya, lamanya pacaran tidak selalu menjadi ukuran keberhasilan sebuah hubungan. Yang terpenting adalah komitmen serta rasa saling percaya.
Agung yang berprofesi sebagai anggota TNI memberikan figur stabil dan penuh tanggung jawab. Sementara Angie membawa suasana ceria dan penuh warna dalam kehidupan Agung. Keduanya saling melengkapi.
Prosesi Pedang Pora Menjadi Sorotan
Pernikahan Angie dan Agung semakin berkesan berkat adanya prosesi pedang pora. Tradisi ini menambah kesakralan dan nuansa militer yang khas. Pada saat Angie melangkah melewati barisan pedang yang diangkat tinggi, suasana haru menyelimuti para tamu yang hadir.
Momen tersebut menjadi simbol bahwa Angie kini diterima sebagai bagian dari keluarga besar militer. Prosesi pedang pora juga menjadi salah satu hal yang menarik perhatian publik di media sosial.
Peran Baru Angie Sebagai Istri Tentara
Setelah resmi menikah, Angie menyadari bahwa menjadi istri seorang tentara memiliki tantangan tersendiri. Ia harus siap ketika suaminya tiba-tiba dipanggil tugas atau harus menjalani kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan.
Meski begitu, Angie menerima peran tersebut dengan penuh kesadaran dan hati yang lapang. Ia merasa bahwa kehidupannya kini semakin lengkap dengan adanya suami yang memiliki dedikasi tinggi pada negara.
Harapan dan Doa untuk Masa Depan
Menutup ceritanya, Angie berharap pernikahannya dengan Agung selalu diberi kebahagiaan, kelancaran, dan keteguhan hati. Ia percaya bahwa perbedaan latar belakang bukanlah penghalang selama keduanya saling mendukung.
Dengan momen lucu seperti “menginjak suami” di hari pertama, pasangan ini memulai perjalanan panjang pernikahan dengan tawa dan cinta. Angie yakin bahwa tantangan apa pun dapat dilewati jika mereka terus menjaga komunikasi, memahami perbedaan, dan menghargai satu sama lain.