Zonamedia.my.id - Seorang anggota Garda Nasional West Virginia, Sarah Beckstrom, yang menjadi korban penembakan brutal tak jauh dari Gedung Putih, akhirnya meninggal dunia setelah berjuang dalam kondisi kritis. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi kabar duka tersebut dalam pidato Thanksgiving di Washington.
Beckstrom, 20 tahun, bersama rekannya Andrew Wolfe, 24 tahun, tengah bertugas di Washington DC sebagai bagian dari penguatan keamanan federal. Keduanya ditembak dalam serangan mendadak oleh Rahmanullah Lakanwal, imigran asal Afghanistan yang telah tinggal di Amerika Serikat sejak 2021.
Baca Juga : Aleix Espargaro: Banyak Pembalap Muda Gagal Berkembang Karena Orang Tua Terlalu Mengatur
Pelaku disebutkan melakukan serangan bergaya penyergapan menggunakan revolver .357 setelah berkendara di area Kota Washington. Sempat terjadi baku tembak dengan personel Garda Nasional lainnya sebelum akhirnya Lakanwal dilumpuhkan dan ditangkap.
Jaksa Agung Distrik Columbia, Jeanine Pirro, mengungkapkan bahwa kedua korban sempat menjalani operasi darurat, namun kondisi Beckstrom tidak menunjukkan perkembangan. Sang ayah sebelumnya telah menyatakan bahwa putrinya menderita luka kritis di kepala dan dada yang hampir mustahil diselamatkan.
Baca Juga : Prabowo Beberkan Modus Baru Kartel Narkoba Gunakan Kapal Selam untuk Selundupkan Barang Haram
Trump menyebut Beckstrom sebagai sosok luar biasa yang gugur setelah mengalami serangan kejam. Ia juga menyampaikan bahwa Wolfe masih berjuang untuk bertahan hidup dalam kondisi yang sangat serius.
Kejadian ini memicu sorotan publik terkait keamanan di area Gedung Putih, kebijakan imigrasi, serta penanganan ancaman kekerasan terhadap personel militer yang bertugas.
Keyword: tentara AS ditembak, penembakan dekat Gedung Putih, Sarah Beckstrom meninggal, serangan Washington DC, Rahmanullah Lakanwal, berita internasional