Duel antara Grab (berbasis di Singapura) dan Gojek (GoTo Group, berbasis di Indonesia) adalah pertarungan untuk dominasi super-app di Asia Tenggara. Gojek unggul karena akarnya yang dalam di Indonesia, memulai layanan dari ojek online dan dengan cepat berkembang menjadi ekosistem yang mencakup layanan keuangan (GoPay), pengiriman makanan (GoFood), dan logistik. Gojek memiliki keuntungan dari pengetahuan lokal yang mendalam dan integrasi ekosistem yang kuat dengan Tokopedia.
Grab juga menawarkan ekosistem super-app yang serupa, tetapi dengan jangkauan geografis yang lebih luas di Asia Tenggara. Grab unggul dalam layanan transportasi ride-hailing dan telah berinvestasi besar pada layanan keuangannya (GrabPay dan Grab Financial Group). Strategi Grab sering kali lebih agresif dalam ekspansi pasar regional, menjadikannya standar bagi pengguna di berbagai negara, bukan hanya Indonesia.
Pada akhirnya, persaingan ini mencakup segala hal, mulai dari subsidi harga, fitur aplikasi, hingga penetrasi layanan pembayaran digital. Kedua platform berusaha memenangkan loyalitas pengguna dengan menawarkan diskon dan ekosistem yang terintegrasi, menjadikan persaingan ini sangat bermanfaat bagi konsumen, sambil secara bersamaan mendominasi hampir semua aspek kebutuhan on-demand di kawasan tersebut.