Pemerintah baru saja mengumumkan paket stimulus ekonomi untuk kuartal IV tahun 2025. Stimulus ini berfokus pada sektor konsumsi rumah tangga dengan memberikan insentif belanja, subsidi transportasi, hingga bantuan pangan. Tujuannya adalah menjaga daya beli masyarakat jelang akhir tahun.
Langkah ini diharapkan dapat menggerakkan ekonomi domestik, terutama karena ekspor Indonesia mulai melambat. Perlambatan ekspor disebabkan oleh ketidakpastian global, melemahnya permintaan, serta fluktuasi harga komoditas utama.
Baca Juga : Pertamina Lirik Peluang Energi Etanol yang Lebih Hemat hingga 70 Persen dari Bensin
Stimulus juga diarahkan untuk mendukung pariwisata. Diskon tiket pesawat, kereta, hingga kapal di akhir tahun diperkirakan akan meningkatkan mobilitas wisatawan domestik. Pemerintah menargetkan lonjakan kunjungan wisata selama periode liburan.
Sementara itu, perbankan BUMN diminta memperbesar penyaluran kredit produktif. Fokus utamanya adalah sektor UMKM agar roda ekonomi di tingkat lokal tetap berputar. Hal ini sejalan dengan program pemberdayaan ekonomi kerakyatan.
Baca Juga : Tanggul Sungai Regoyo di Lumajang Runtuh Dihantam Banjir Lahar dari Gunung Semeru
Meski begitu, sejumlah ekonom mengingatkan risiko inflasi dan ketergantungan pada stimulus. Mereka menilai penguatan sektor riil dan diversifikasi pasar ekspor tetap penting agar ekonomi nasional lebih tangguh menghadapi krisis global.