Isu sosial yang tengah hangat di masyarakat adalah peningkatan program bantuan pemerintah bagi keluarga prasejahtera. Program ini menyasar pemberdayaan ekonomi, bukan hanya bantuan langsung. Bank-bank BUMN mulai aktif menyalurkan pinjaman mikro dengan bunga rendah untuk mendorong UMKM.
Di tengah perkembangan digital, tantangan sosial baru juga muncul, terutama terkait perlindungan anak. Kementerian terkait gencar mengkampanyekan literasi digital agar orang tua lebih bijak mengawasi anak dalam menggunakan internet. Kasus eksploitasi online yang marak belakangan ini menjadi alarm serius.
Baca Juga : Oknum Polisi di Lampung Diduga Curi Mobil Milik Perwira Mabes Polri, Kasus Diselidiki Propam
Selain itu, program padat karya seperti “cash for work” banyak digelar di berbagai daerah. Program ini membantu masyarakat memperoleh penghasilan sekaligus meningkatkan keterampilan baru. Hal ini penting di tengah ancaman pengangguran akibat perlambatan ekonomi global.
Akses layanan publik juga menjadi fokus perhatian. Pemerintah daerah mempercepat reformasi layanan kesehatan dan pendidikan agar bisa menjangkau masyarakat miskin. Inovasi digital dalam pelayanan publik mulai diterapkan di banyak kota.
Baca Juga : AMPHURI Harap Penurunan Biaya Haji 2026 Tak Berdampak pada Kualitas Layanan di Armuzna
Namun, sejumlah pihak mengingatkan bahwa keberlanjutan program sosial lebih penting daripada sekadar bantuan sesaat. Diperlukan strategi jangka panjang agar masyarakat benar-benar berdaya dan tidak hanya bergantung pada subsidi.