Film dan Dialog Jalan Gen Z Merawat Moderasi Beragama

07 Juli 2025 Author: Ruang Media 0x dibaca

Surabaya, MMI — Moderasi beragama bukan lagi sekadar wacana, melainkan telah menjadi bagian dari praktik keseharian mahasiswa melalui ruang-ruang dialog yang terbuka dan inklusif.

Salah satu contohnya terlihat dalam podcast Satu Hati di Tengah Perbedaan, sebuah forum reflektif yang diinisiasi oleh mahasiswa UPN “Veteran” Jawa Timur untuk mendalami nilai-nilai toleransi dan keberagaman.

Baca Juga : Pemutihan Pajak Kendaraan di Lampung Diperpanjang hingga 6 Desember, Dispensasi Mutasi Berlaku sampai Februari 2026

Dengan mengangkat film 3 Hati Dua Dunia Satu Cinta karya Benni Setiawan (2010) sebagai bahan diskusi, kegiatan ini menjadi pendekatan yang segar dan relevan, terutama bagi generasi Z yang lebih akrab dengan ruang interaksi yang santai, interaktif, namun tetap bermakna.

Kegiatan ini bagian dari tugas Pengabdian kepada Masyarakat yang dibimbing oleh Ibu Rohmatul Faizah, S.Pd.I., M.Pd.I. selaku dosen pengampu mata kuliah agama islam.

Baca Juga : Lampung Fest 2025 Angkat Citra Lampung sebagai Pusat Kreativitas Kopi dan Wisata Nasional

Podcast berdurasi 30 menit ini dipandu oleh lima moderator Alya, Nailah, Reva, Bagus, dan Mancho, serta melibatkan enam mahasiswa dari berbagai program studi, yakni Camilo (Arsitektur 2023), Patrick (Teknik Mesin 2020), Etha (Ilmu Komunikasi 2024), Exa (Manajemen 2024), Alin (Akuntansi 2024), dan Dina (Desain Interior 2024). Sebelum diskusi dimulai, seluruh mahasiswa menonton film bersama di ruang kelas GKB 1 UPN “Veteran” Jawa Timur. Film yang mengangkat isu cinta beda agama ini memicu berbagai respons emosional, reflektif, dan tawa dari para mahasiswa.

Menariknya, kegiatan ini juga diselingi sesi permainan interaktif tebak tokoh film untuk mencairkan suasana dan mempererat hubungan antar peserta. Tebak tokoh film karakter seperti Rosid, Delia, dan Nabila dapat membuat tawa dan meningkatkan interaksi yang menunjukkan bahwa dialog antaragama bisa dilakukan secara santai tanpa kehilangan makna.

Ads

Berita Terbaru