Trump menyampaikan bahwa dirinya telah melakukan pembicaraan melalui sambungan telepon dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev terkait perjanjian tersebut. Ia menambahkan bahwa Perjanjian Abraham merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk memperluas hubungan diplomatik antara Israel dan negara-negara mayoritas Muslim.
Perjanjian Abraham pertama kali dimediasi pada masa jabatan pertama Trump, yang berhasil menormalisasi hubungan antara Israel dengan beberapa negara Arab seperti Uni Emirat Arab dan Bahrain. Trump juga menyebut bahwa penandatanganan resmi dengan Kazakhstan akan segera dilakukan dan beberapa negara lainnya dikabarkan tengah bersiap untuk bergabung dalam kesepakatan yang sama.
Baca Juga : Bareskrim Hancurkan Barang Bukti Narkoba di Cilegon
Sebelumnya, utusan khusus Trump, Steve Witkoff, mengungkapkan bahwa akan ada satu negara baru yang secara resmi menjadi bagian dari Perjanjian Abraham, namun tidak menyebutkan nama negara tersebut. Ia menyatakan pengumuman resmi akan dilakukan pada Kamis malam dalam sebuah acara di Washington. Trump sendiri dijadwalkan menerima kunjungan para pemimpin lima negara Asia Tengah—Kazakhstan, Uzbekistan, Tajikistan, Turkmenistan, dan Kirgistan—di Gedung Putih pada malam yang sama.
Baca Juga : Tanggul Sungai Regoyo di Lumajang Runtuh Dihantam Banjir Lahar dari Gunung Semeru