FILM Legenda Kelam Malin Kundang menghadirkan deretan aktor papan atas yang menafsir ulang kisah rakyat Minangkabau ke dalam thriller psikologis. Dalam konferensi pers perluncuran trailer pada Rabu, 1 Oktober 2025, para pemain berbagi pengalaman mereka selama proses produksi film Come and See Pictures ini hingga belajar bahasa Minangkabau.
Sebagai pemeran utama, Rio Dewanto harus memerankan Alif, pelukis micro painting yang kehilangan sebagian ingatannya. Menurut Rio, cerita film ini tetap berakar pada kisah Malin Kundang, namun dikemas dengan pendekatan yang lebih kontemporer.
Baca Juga : Kisah Tempat Wisata di Puncak Bogor yang Dikenal dengan Suhu Ekstrem Dingin
“Cerita rakyat yang kita kenal sudah ratusan tahun umurnya, tapi dengan pendekatan modern unsur-unsur lama tetap tidak dilupakan. Cerita Malin Kundang menghina ibunya tetap jadi dasar, hanya pengembangannya dibuat berbeda dan lebih realis,” kata Rio.
Saat membaca naskah, Rio mengaku langsung terpikat. “Twist-twist-nya luar biasa. Pas baca aja gue cukup depresi karena ceritanya bikin enggak bisa menebak ending-nya. Tapi alur dramanya tetap enak diikuti,” ujarnya.
Baca Juga : MKD Putuskan Rahayu Saraswati Tetap Menjabat sebagai Anggota DPR Meski Pernah Nyatakan Mundur
Bagi Rio, bekerja sama dengan sutradara muda Kevin Rahardjo dan Rafqi Hidayat juga menjadi pengalaman menyegarkan. Ia percaya ide-ide segar mereka membuat kisah klasik ini terasa relevan untuk generasi sekarang.
Sementara itu, Faradina Mufti berperan sebagai Nadine, istri Alif yang menjadi jangkar emosional dalam cerita. Faradina mengaku langsung larut dalam naskah yang penuh misteri. “Pas aku baca naskahnya, jujur aku cukup depresi. Kami benar-benar enggak akan tahu ending-nya. Mereka bikin dengan riset dari berbagai sumber, tapi tetap menjaga alur Malin Kundang yang sebenarnya. Aku merasa ada sisi aku di dalam cerita ini,” katanya.