Setelah resmi menjabat sebagai Perdana Menteri perempuan pertama Jepang, Sanae Takaichi langsung menarik perhatian publik. Namun kali ini bukan soal kebijakan politiknya, melainkan soal gaya elegannya yang sukses membuat sebuah tas lokal menjadi viral.
Dalam salah satu penampilannya menuju kediaman perdana menteri, Takaichi terlihat mengenakan blazer biru yang dipadukan dengan rok hitam selutut. Ia melengkapi tampilannya dengan perhiasan mutiara serta tas dan sepatu berwarna hitam yang menambah kesan berwibawa.
Baca Juga : Jumlah Titik Banjir di Jakarta Pada Malam Ini Bertambah Menjadi 30 RT
Tas yang mencuri perhatian tersebut adalah Grace Delight Tote buatan brand lokal Hamano Inc. Produk berbahan kulit dari produsen asal Nagano itu sudah dikenal sebagai pembuat tas berkualitas tinggi dan bahkan menjadi langganan keluarga kekaisaran Jepang selama lebih dari 145 tahun.
Dikutip dari Bloomberg, Kamis (29/10), tas yang digunakan oleh Takaichi dijual seharga sekitar ¥136.000 atau setara Rp14,8 juta. Meski terbuat dari kulit asli, tas ini hanya memiliki bobot sekitar 700 gram sehingga tetap nyaman digunakan.
Baca Juga : Pemadaman Listrik dan Internet Melambat di Aceh Usai Banjir Besar
Sejak kemunculan Takaichi dengan tas tersebut, permintaan terhadap produk Hamano Inc langsung melonjak drastis. Melalui situs resminya, pihak produsen menyatakan bahwa mereka mengalami lonjakan pesanan besar hingga pengiriman harus ditunda sampai akhir April 2026.
Tak hanya dari pasar domestik, pesanan juga datang dari luar negeri. Antusiasme ini menunjukkan bagaimana pengaruh figur publik sekelas perdana menteri dapat mendorong popularitas produk lokal hingga mendunia.
Meskipun jajak pendapat menunjukkan Takaichi sangat populer di kalangan generasi muda, tidak jelas kelompok usia mana yang meniru pilihan aksesorinya. Tas jinjing Hamano menarik bagi beragam wanita profesional yang mencari pilihan tas yang praktis untuk menampung laptop dan perlengkapan sehari-hari, tanpa menarik perhatian yang tidak perlu, menurut spesialis kemewahan dan budaya Kaori Nakano sekaligus profesor tamu di Universitas Aoyama Gakuin di Tokyo.
"Tas ini pilihan yang solid dan dapat diandalkan bagi wanita di posisi manajerial," tambahnya. "Harganya relatif terjangkau dibandingkan merek luar negeri dengan kualitas serupa."
Selain tas tersebut, Takaichi juga sering mengenakan pakaian rancangan desainer Jepang Jun Ashida, ujar Nakano. "Dengan mengenakan pakaian desainer Jepang secara mencolok dan membawa tas buatan Jepang, dia menunjukkan patriotisme dan dukungannya terhadap industri Jepang," tambah Nakano. "Ini sudah terbukti berhasil."