Pada area Kelurahan 4 Ketintang Wiyata Surabaya banyak yang berjualan olahan dari berbagai jenis buah, seperti jus buah, sop buah, maupun buah irisan. Sayangnya, hingga saat ini masih belum banyak informasi yang diperoleh tentang pemanfaatan limbah buah tersebut.
Tim dosen Akademi Farmasi Surabaya bekerjasama dengan Kelurahan 4 Ketintang Wiyata Surabaya melalui Program Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP) melakukan edukasi kepada masyarakat tentang pemanfaatan limbah buah.
Baca Juga : MKD Putuskan Rahayu Saraswati Tetap Menjabat sebagai Anggota DPR Meski Pernah Nyatakan Mundur
Kegiatan edukasi ini diawali oleh Bapak Umarudin yang mengedukasi kepada masyarakat tentang pemanfaatan limbah buah, dan cara pengolahan menjadi produk eco enzyme untuk bisa diaplikasikan sesuai kebutuhan masyarakat.
Eco enzyme terbentuk dari proses fermentasi limbah seperti sisa buah, kulit buah, dengan ditambahkan gula dan air (Ningrum dkk., 2023).
Baca Juga : Mulai Tanggal 1 November 2025, Harga BBM di Lampung Disesuaikan — Beberapa Jenis Alami Kenaikan
Secara prinsip, pengelolaan sampah yang efektif memiliki dampak yang signifikan, terutama dalam hal lingkungan. Ketika sampah tidak terkelola dengan baik dan tercampur antara organik dan non-organik, berdampak banjir, selain itu juga berisiko menyebarkan penyakit, bau tidak sedap, dan gangguan kesehatan lainnya.
Kegiatan program PMP ini dilanjutkan dengan pembuatan eco enzyme yang dipandu oleh ibu Widya Dara A. dan Bapak Syukrianto. Masyarakat Kelurahan Ketintang diajak untuk membantu mempraktikannya.